[JAKARTA, 24 Maret 2026] – Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) terus memacu transformasi pembelajaran berbasis teknologi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Fokus utamanya adalah integrasi Artificial Intelligence (AI) dan peningkatan literasi digital, bahkan hingga ke wilayah terpencil, guna menjawab tantangan zaman.
Dalam rilis terbarunya, Kemendikbudristek menyampaikan bahwa pemulihan pendidikan pascapandemi telah menunjukkan kemajuan signifikan, dengan fokus pada kurikulum yang lebih fleksibel dan berbasis karakter. Saat ini, sejumlah sekolah di berbagai daerah mulai mengadopsi perangkat lunak berbasis AI untuk membantu proses belajar mengajar, khususnya dalam personalisasi kurikulum sesuai kemampuan siswa.
"Pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tapi pembentukan karakter dan adaptasi teknologi. Kecerdasan Buatan (AI) harus dimanfaatkan sebagai alat bantu guru, bukan pengganti guru," ujar salah satu perwakilan Kemendikbudristek.
Isu literasi digital masih menjadi catatan kritis, namun pemerintah optimistis dengan penyebaran akses internet yang semakin merata. Transformasi ini juga dibarengi dengan pelatihan guru agar mampu mengoperasikan teknologi digital guna menciptakan suasana kelas yang lebih interaktif dan menarik.
Dengan adanya dorongan ini, diharapkan tidak ada lagi kesenjangan kualitas pendidikan yang terlalu jauh antara sekolah di perkotaan dan di daerah terpencil. Momentum transformasi pendidikan ini ditargetkan mampu mencetak generasi emas yang siap bersaing secara global.
Dalam rilis terbarunya, Kemendikbudristek menyampaikan bahwa pemulihan pendidikan pascapandemi telah menunjukkan kemajuan signifikan, dengan fokus pada kurikulum yang lebih fleksibel dan berbasis karakter. Saat ini, sejumlah sekolah di berbagai daerah mulai mengadopsi perangkat lunak berbasis AI untuk membantu proses belajar mengajar, khususnya dalam personalisasi kurikulum sesuai kemampuan siswa.
"Pendidikan bukan hanya soal transfer ilmu, tapi pembentukan karakter dan adaptasi teknologi. Kecerdasan Buatan (AI) harus dimanfaatkan sebagai alat bantu guru, bukan pengganti guru," ujar salah satu perwakilan Kemendikbudristek.
Isu literasi digital masih menjadi catatan kritis, namun pemerintah optimistis dengan penyebaran akses internet yang semakin merata. Transformasi ini juga dibarengi dengan pelatihan guru agar mampu mengoperasikan teknologi digital guna menciptakan suasana kelas yang lebih interaktif dan menarik.
Dengan adanya dorongan ini, diharapkan tidak ada lagi kesenjangan kualitas pendidikan yang terlalu jauh antara sekolah di perkotaan dan di daerah terpencil. Momentum transformasi pendidikan ini ditargetkan mampu mencetak generasi emas yang siap bersaing secara global.
Tags
#News
Tentang Penulis
S
Super Admin
Admin ReadyQ