Sistem seleksi masuk perguruan tinggi di Indonesia telah mengalami berbagai perubahan dalam satu dekade terakhir, namun persoalan mendasar soal kesetaraan akses masih belum terselesaikan. Siswa dari daerah dengan fasilitas pendidikan terbatas kerap kesulitan bersaing dengan siswa perkotaan yang memiliki akses bimbingan belajar lebih memadai. Redaksi memandang perlunya evaluasi menyeluruh terhadap sistem UTBK-SNBT, termasuk mempertimbangkan kuota afirmasi yang lebih proporsional bagi daerah tertinggal.